-->
NGp9MqJ8MaxdNGt6LWZdNGBaN6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Kaum Rebahan Merapat! Ketahui 5 Hal Menarik dari Kehidupan Kaum Ini

Istilah kaum rebahan muncul saat demo mahasiswa pada September lalu. Mereka menyebut, lebih baik bersantai di rumah sambil rebahan daripada panas-panasan, keringetan di luar.
Tapi ada juga mahasiswa yang mengikuti demo mengatakan sesuatu melalui poster yang dibawanya, “Sudah kelewatan kalau kaum rebahan turun ke jalan.”


Sebutan itu pun menjadi populer, dan sampai sekarang masih digaungkan oleh netizen-netizen di sosial media mereka masing-masing. Tapi tahukah Anda mengenai kaum rebahan ini selain hanya bersantai-santai di kasur?

5 Hal Menarik Kaum Rebahan yang Harus Kalian Ketahui

Agar makin profesional dengan hobi rebahan Anda ini, berikut adalah beberapa pembahasan menarik mengenai kaum yang muncul di era millenial ini.
Dan jadilah pembaca yang bijak!

1. Kaum rebahan kebanyakan adalah kaum yang cerdas dan kreatif
Bill Gates pernah mengatakan, “Saya akan mencari orang-orang malas untuk diberi pekerjaan yang sulit sebab mereka pasti memiliki cara tercepat untuk menyelesaikan perkerjaannya.”

Baca Juga : Cara Mencegah Rasa Ngantuk

Kaum rebahan cenderung dengan sifat malasnya. Mereka tak mau lama-lama bergelut dengan pekerjaannya. Maka dari itu, mereka mencari cara supaya ia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Anda tak percaya?

Mari kita ambil contoh bagaimana cerdasnya kaum rebahan menghadapi masalah saat remote televisi hilang. Jika orang-orang rajin mungkin akan mencari remote tersebut atau membelinya di toko elektronik. Namun orang malas, ia akan menggunakan gagang sapu untuk mengganti channel televisi, atau memakai jari kaki, kemoceng dan sesuatu yang ada di sampingnya saat itu.

2. Kaum rebahan berusia sekitar 20-an dan awal-awal usia 30-an
Pada usia-usia ini, para kaum rebahan memiliki kesibukan yang padat. Entah itu pekerjaan, pendidikan, skripsi, dan lain-lain.
Di usia 20-an tak lagi menganggap liburan adalah harta berharga, tapi istirahatlah yang mereka inginkan.

Selain haus akan istirahat, soal perekonomian juga tidak begitu mendukung. Kadang mereka yang hidup di kondisi yang serba ngepas, ada waktu-waktu yang membuat mereka malas keluar dan lebih baik di rumah saja untuk hemat uang jajan.

3. Kuota internet adalah prioritas kebutuhan
Makanan dan kuota internet menduduki posisi yang sengit di sini. Tapi kuota internet bagi kaum rebahan sangatlah penting.

Sebab kalau rebahan saja itu tidaklah nikmat, mereka butuh benda bernama ponsel dan kuota internet. Setelah mereka memiliki hal-hal tersebut, maka 24 jam pun bisa mereka lalui dengan cepat.

4. Sehari bisa mandi hanya sekali
Khususnya saat liburan datang. Prinsip kalian mungkin seperti ini, “Ah, buat apa mandi kan gak ada yang ngajak jalan.”

Tapi bukan berarti kaum rebahan itu jorok. Walau penampakan mereka saat rebahan sangat acak-acakkan, tapi saat mereka sudah mandi, berpakaian rapi, make up-an (wanita), penampilan mereka bisa sangat mempesona.

5. Kaum rebahan bukanlah orang bodoh
Kaum rebahan memang identik dengan rasa malas, banyak pula yang mengatakan kalau malas adalah tanda kebodohan.
Perlu Anda ketahui, tidak semua orang yang malas gerak adalah orang yang malas berpikir. Mereka tetap memiliki kecerdasan maupun kreativitas tersembunyi yang belum terekspose.
Positive thinking saja.

Yang penting adalah saat mereka memainkan teknologi canggih (smartphone dan kuota internet), mereka mengakses sesuatu yang bermanfaat. Bukan hal-hal yang terlarang.

Di atas adalah beberapa hal menarik mengenai kaum rebahan.
Tetap tahu batas, rebahan boleh, namun ingat, jangan memelihara malas setiap saat.

Malas tidak baik. Kata-kata ini basi memang. Malas tidak baik, malas tidak baik.
Dan … bedakan ya kaum rebahan dengan orang yang depresi.
Share This Article :
sepwal

Suka Mempelajari hal baru, menulis, dan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan Dunia Teknologi

1946457701878001633